Achmad Falatehan Personal Blog

Journal

Blog EntrySandal dan SepatuAug 19, '08 11:33 PM
for everyone

KISAH SEPATU DAN SANDAL JEPIT

 

Disebuah toko sepatu di kawasan perbelanjaan termewah di sebuah kota , nampak di etalase sebuah sepatu dengan anggun diterangi oleh lampu yang indah. Dari tadi dia nampak jumawa dengan posisinya, sesekali dia menoleh ke kiri dan ke kanan untuk memamerkan kemolekan designnya, haknya yang tinggi dengan warna coklat tua semakin menambah kemolekan yang dimilikinya.

 

Pada saat jam istirahat, seorang pramuniaga yang akan makan siang meletakkan sepasang sandal jepit tidak jauh dari letak sang sepatu.

 

"Hai sandal jepit, sial sekali nasib kamu, diciptakan sekali saja dalam bentuk buruk dan tidak menarik", sergah sang sepatu dengan nada congkak.

 

Sandal jepit hanya terdiam dan melemparkan sebuah senyum persahabatan.

 

"Apa menariknya menjadi sandal jepit ?, tidak ada kebanggaan bagi para pemakainya, tidak pernah mendapatkan tempat penyimpanan yang istimewa, dan tidak pernah disesali pada saat hilang, kasihan sekali kamu", ujar sang sepatu dengan nada yang semakin tinggi dan bertambah sinis.

 

Sandal jepit menarik nafas panjang, sambil menatap sang sepatu dengan tatapan lembut, dia berkata

 

"Wahai sepatu yang terhormat, mungkin semua orang akan memiliki kebanggaan jika memakai sepatu yang indah dan mewah sepertimu. Mereka akan menyimpannya di tempat yang terjaga, membersihkannya meskipun masih bersih, bahkan sekali-sekali memamerkan kepada sanak keluarga maupun tetangga yang berkunjung ke rumahnya". Sandal jepit berhenti berbicara sejenak dan membiarkan sang sepatu menikmati pujiannya.

 

"Tetapi sepatu yang terhormat, kamu hanya menemaninya di didalam kesemuan, pergi ke kantor maupun ke undangan-undangan pesta untuk sekedar sebuah kebanggaan. Kamu hanya dipakai sesekali saja. Bedakan dengan aku. Aku siap menemani kemana saja pemakaiku pergi, bahkan aku sangat loyal meski dipakai ke toilet ataupun kamar mandi. Aku memunculkan kerinduan bagi pemakaiku. Setelah dia seharian dalam cengkeraman keindahanmu, maka manusia akan segera merindukanku. Karena apa wahai sepatu?. Karena aku memunculkan kenyamanan dan kelonggaran. Aku tidak membutuhkan perhatian dan perawatan yang spesial. Dalam kamus kehidupanku, jika kita ingin membuat orang bahagia maka kita harus menciptakan kenyamanan untuknya", Sandal jepit berkata dengan antusias dan membiarkan sang sepatu terpana.

 

"Sepatu ! Sahabatku yang terhormat, untuk apa kehebatan kalau sekedar untuk dipamerkan dan menimbulkan efek ketakutan untuk kehilangan. Untuk apa kepandaian dikeluarkan hanya untuk sekedar mendapatkan kekaguman." Sepatu mulai tersihir oleh ucapan sandal jepit.

 

"Tapi bukankah menyenangkan jika kita dikagumi banyak orang", jawab sepatu mencoba mencari pembenar atas posisinya.

 

Sandal jepit tersenyum dengan bijak "Sahabatku! ditengah kekaguman sesungguhnya kita sedang menciptakan tembok pembeda yang tebal, semakin kita ingin dikagumi maka sesungguhnya kita sedang membangun temboknya"

 

Dari pintu toko nampak sang pramuniaga tergesa-gesa mengambil sandal jepit karena ingin bersegera mengambil air wudhu. Sambil tersenyum bahagia sandal jepit berbisik kepada sang sepatu

 

"Lihat sahabatku, bahkan untuk berbuat kebaikanpun manusia mengajakku dan meninggalkanmu"

 

Sepatu menatap kepergian sandal jepit ke mushola dengan penuh kekaguman seraya berbisik perlahan "Terima kasih, engkau telah memberikan pelajaran yang berharga sahabatku,  sandal jepit yang terhormat".

 

Sumber : Kiriman seorang teman melalui email.


Blog EntrySuster, bolehkan saya melihat bayi saya?Aug 13, '08 12:19 AM
for everyone
Suster, bolehkan saya melihat bayi saya?

“Suster, boleh saya melihat bayi saya?” ibu muda yang baru selesai bersalin itu bertanya antara sadar dan tidak kepada seorang jururawat.

Sambil tersenyum sang jururawat membawakan bayi yang masih merah itu. Si ibu menyambut dengan senyuman. Dibuka selimut yang menutup wajah nan cantik itu, diciumnya berkali-kali bayi tersebut yang berada dipangkuannya.

Jururawat kemudian mengalihkan pandangannya ke luar jendela. Karena ia tidak sanggup dia menatap mata si ibu yang terperanjat melihat bayinya dilahirkan tanpa kedua kuping telinga.

Namun keterkejutannya hanya sebentar. Dekapan dan ciuman silih berganti sehingga bayi yang sedang terlelap itu terbangun dan merengek. Dokter menceritakan bagaimana mengembalikan kedua kuping bayi itu kembali normal, sesuatu yang cukup mengembirakan si ibu.

Waktu terus berlalu…

Sepulang dari sekolah tengah hari, anak yang tiada memiliki kuping telinga itu, kini telah memasuki masa sekolah dengan menangis dia memberitahu bagaimana dia diejek oleh teman-temannya . “Mereka bilang saya cacat,” katanya kepada si ibu.

Si ibu menahan rasa haru pilu didalam dadanya. Dibujuknya si anak dengan berbagai kata semangat. Agar si anak menerimanya dan dia muncul pelajar yang cerdas dengan menyandang berbagai prestasi di sekolah. Namun bagaimanapun si ibu membujuk, sang anak tetap merasa rendah diri dan selalu merajuk kepada ibu dan ayahnya. Sang ayah anak itu akhirnya berkonsultasi dengan dokter ahli bedad. “Saya yakin dapat melakukannya jika ada pendonor,” kata sang dokter ahli bedah. Akhirnya mulailah suatu pencarian sang pendonor yang sanggup berkorban.

Setahun berlalu…

“Anakku, kita akan menemui dokter ahli bedah hujung minggu ini. Ibu dan ayah telah mendapatkan seorang pendonor, tapi dia mau dirinya dirahasiakan, ” kata sang ayah. Alhamdulillah operasi pemindahan berjalan lancar dan akhirnya si anak muncul sebagai manusia baru, cantik serta sempurna . Dalam segala bidang ia selalu berprestasi dan rasa rendah diri yang kerap dialaminya hilang.

Teman-temannya selalu memuji kecantikan parasnya. Si anak sangat menarik hati setiap teman-teman, walau bagaimanapu dia tidak mengabaikan pelajaran. Pada saat usianya 20-an, si anak mendapatkan pekerjaan di bidang diplomatik.

“Sebelum saya berangkat keluar negere, saya ingin tahu siapakah pendonor kedua telinga ini, saya ingin membalas jasanya,” kata si anak berkali-kali kepada ayah dan ibunya.

“Tak mungkin,” balas si ayah. “Perjanjian antara ayah dengan pendonor itu masih berjalan. Tunggulah, sampai waktunya tiba.” “Kapan?” tanya si anak.

“Akan tiba masanya anakku,” balas si ayah sambil ibunya mengangguk-angguk. Keadaan terus berjalan dan menjadi rahasia bertahun-tahun lamanya.

Hari yang ditunggu tiba akhirnya. Ketika si anak berdiri di sisi keranda ibunya, perlahan-lahan si ayah menyibak rambut ibunya yang kaku.

Gelap seketika pandangan si anak karena melihat kedua kuping telinga ibunya telah tiada.

“Ibumu tidak pernah memotong pendek rambutnya,” si ayah berbisik ke telinga anaknya. “Tetapi tiada siapapun mengatakan ibumu cacat, dia tetap cantik, buat ayah dia satu-satunya wanita paling cantik yang pernah ayah temui. Tak percaya… tanyalah pada siapa pun yang mengenalanya.”

Moral:

Kecantikan seseorang bukan terletak pada fisik semata tetapi di hati. Cinta sejati bukan pada apa yang dilakukan dan diheboh-hebohkan tetapi pengorbanan tanpa diketahui.

Selagi ibu kita ada didunia ini, ciumlah dia, cium tangannya, senantiasa meminta ampun darinya, berikan senyuman kepadanya, bukannya dengan bermuka masam, kasih ibu tiada tandingannya, ingatlah “SURGA DI BAWAH TELAPAK KAKI IBU”, penyesalan di kemudian hari tidak berguna, selagi hayatnya ada,curahkanlah sepenuh kasih sayang kepadanya.

Diambil dari : http://nurulizzaishak.multiply.com/journal/item/56/nurse_boleh_saya_tengok_bayi_saya...?replies_read=11

Blog EntryBerhati-hati dengan “Salam”Aug 4, '08 11:18 PM
for everyone

Berhati-hati dengan “Salam”

 

Mungkin karena kesibukan, diantara kita sering menyingkat ucapan “salam” yang arti awalnya doa keselamatan justru menjadi “cacian” dan kata “jorok”. Lho bagaimana bisa?

 

Ucapan ”Assalamu’alaikum”, merupakan anjuran agama, dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan umat beragama, dengan salam dapat menjalin persaudaraan dan kasih sayang, karena orang yang mengucapkan salam berarti mereka saling mendo’akan agar mereka mendapat keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Kalian tak akan masuk surga sampai kalian beriman dan saling mencintai. Maukah aku tunjukkan satu amalan bila dilakukan akan membuat kalian saling mencintai? Yaitu, sebarkanlah salam di antara kalian.” [HR Muslim dari Abi Hurairah]

Saya seringkali menerima sms atau e-mail dari beberapa kawan dan juga beberapa ustadz yang mengawali salamnya dengan singkatan. Singkatannya pun macam-macam. Ada yang singkat seperti "Asw" atau "Aslm". Ada yang sedikit lebih panjang seperti ; “Ass Wr Wb” atau “Aslmwrwb” .  Namun yang  sering saya dapatkan, adalah singkatan "Ass". Singkatan terakhir ini paling umum dan paling sering digunakan. Bagi saya, ini adalah singkatan yang tidak enak untuk dibaca, terlebih kalau mengerti artinya.

Marilah kita simak singkatan ini. Dalam kamus linguistik yang saya punya, arti dari kata Ass yang berasal dari bahasa Inggris itu adalah sebagai berikut;

“Ass” berarti: Pertama, kb. (animal) yang artinya keledai. Kedua, orang yang bodoh. Don't be a silly (Janganlah sebodoh itu). Dan ketiga, Vlug (pantat).

Padahal seperti kita ketahui ucapan Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh adalah sebuah ucapan salam sekaligus doa yang kita tujukan kepada orang lain. Ucapan salam dalam Islam sesungguhnya merupakan do’a seorang Muslim terhadap saudara Muslim yang lain. Maka, apabila kita mengucap salam dengan hanya menuliskan "Ass", secara tidak sadar mungkin kita malah mendoakan hal yang buruk terhadap saudara kita.

Kita paham, mungkin banyak orang diantara kita cukup sibuk dan ingin cepat buru-buru menulis pesan. Barangkali, singkatan itu bisa mempercepat pekerjaan. Karena itu, penulis menyarankan, jika memang keadaan sedang tidak memungkinkan untuk menulis salam lewat SMS dengan kalimat lengkap karena sedang menyetir di jalan, misalnya, solusinya cukup mudah adalah menulis pesan to the point saja. Tulislah “met pagi, met siang, met malam dan seterusnya. Ini masih lebih baik dibandingkan kita harus memaksakan diri menggunakan singkatan dari doa keselamatan Assalamu'alaikum menjadi "Ass" (pantat).

Jangan sampai awalnya kita ingin menyampaikan doa keselamatan yang terjadi justeru sebaliknya, mendoakan keburukan.  Kalau boleh saya mengistilahkah, niat baik ingin berdoa, jadinya malah ucapan kotor.

Ucapan salam adalah ucapan penghormatan dan doa. Apabila kita dihormati dengan suatu penghormatan maka seharusnya kita membalas dengan sebuah penghormatan pula yang lebih baik, atau minimal, balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah akan memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan.

Hasa saja, kalau kita mengganti ucapan kalimat salam arti awalnya sangat mulia, maka, yang terjadi adalah sebaliknya, salah dan bisa-bisa menjadi umpatan kotor.

Karena itu, jika tidak berhati-hati, mengganggati ucapan Assalamu’alaikum (Semoga sejahtera atasmu) dengan menyingkatnya menjadi “Ass” (pantat), ini mirip dengan mengganti doa yang baik dengan mengganti dengan bahasa jalanan orang Jakarta, yang artinya kira-kira, berubah arti menjadi (maaf) “Pantat Lu!

Singkatan ala Rasulullah

Meski nampak sederhana, ucapan salam sudah diatur oleh agama kita (Islam). Ucapan Assalamu alaikum dalam Bahasa Arab, digunakan oleh kaum Muslim. Salam ini adalah Sunnah Nabi Muhammad SAW, intinya untuk merekatkan ukhuwah Islamiyah umat Muslim di seluruh dunia. Mengucapkan salam, hukumnya adalah sunnah. Sedangkan bagi yang mendengarnya, wajib untuk menjawabnya. Itulah agama kita.

Sebelum Islam datang, orang Arab terbiasa menggunakan ungkapan-ungkapan salam yang lain, seperti Hayakallah. Artinya semoga Allah menjagamu tetap hidup. Namun ketika Islam datang, ucapan itu diganti menjadi Assalamu ‘alaikum. Artinya, semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan nestapa.

Ibnu Al-Arabi didalam kitabnya Al-Ahkamul Qur’an mengatakan, bahwa salam adalah salah satu ciri-ciri Allah SWT dan berarti "Semoga Allah menjadi Pelindungmu".

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata bahwa Rasul bersabda, “Kamu tidak akan masuk surga hingga kamu beriman, dan kamu tidak beriman hingga kamu saling mencintai (karena Allah). Apakah kamu maujika aku tunjukkanpada satu perkara jika kamu kerjakan perkara itu maka kamu akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kamu!”   (HR. Muslim)

Abu Umammah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Orang yang lebih dekat kepada Allah SWT adalah yang lebih dahulu memberi Salam.” (Musnad Ahmad, Abu Dawud, dan At Tirmidzi)

Abdullah bin Mas’ud RA meriwayatkan Bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Salam adalah salah satu Asma Allah SWT yang telah Allah turunkan ke bumi, maka tebarkanlah salam. Ketika seseorang memberi salam kepada yang lain, derajatnya ditinggikan dihadapan Allah. Jika jama’ah suatu majlis tidak menjawab ucapan salamnya maka makhluk yang lebih baik dari merekalah (yakni para malaikat) yang menjawab ucapan salam.” (Musnad Al Bazar, Al Mu’jam Al Kabir oleh At Tabrani)

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang kikir yang sebenar-benarnya kikir ialah orang yang kikir dalam menyebarkan Salam.” Allah SWT berfirman didalam Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 86. Demikianlah Allah SWT memerintahkan agar seseorang membalas dengan ucapan yang setara atau yang lebih baik.

Bedanya agama kita dengan agama lain, setiap Muslim ketika mengucapkan salam kepada saudaranya, dia akan diganjar dengan kebaikan (pahala).

Dalam kaidah singkat menyingkat pun sudah diatur oleh Allah dan diajarkan kepada Rasulullah. Dalam suatu pertemuan bersama Rasulullah SAW, seorang sahabat datang dan melewati beliau sambil mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum”. Rasulullah SAW lalu bersabda, “Orang ini mendapat 10 pahala kebaikan,” ujar beliau.

Tak lama kemudian datang lagi sahabat lain. Ia pun mengucapkan, “Assalamu‘alaikum Warahmatullah.” Kata Rasulullah SAW, “Orang ini mendapat 20 pahala kebaikan.” Kemudian lewat lagi seorang sahabat lain sambil mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum warahmatullah wa baraokatuh.” Rasulullah pun bersabda, “Ia mendapat 30 pahala kebaikan.” [HR. Ibnu Hibban dari Abi Hurairah].

Nah dari tiga singkatan itu silahkanAnda pilih yang mana yang Anda inginkan tanpa harus menyingkatnya sendiri yang justru bisa menghilangkan nilai pahalanya. Tentu saja, jangan Anda lupakan, tiga singkatan itu sudah rumus dari Nabi yang dipilihkan untuk kita.

Satu hal lagi yang perlu diingat adalah ketika kita menuliskan kata Assalamu'alaikum, perlu diperhatikan agar jangan sampai huruf L nya tertinggal sehingga menjadi Assaamu'alaikum.

Karena apa ? Diriwayatkan bahwa dahulu ada seorang Yahudi yang memberi salam kepada Nabi dengan ucapan "Assaamu 'alaika ya Muhammad" (Semoga kematian dilimpahkan kepadamu).

Dan kata assaamu ini artinya kematian. Kata ini adalah plesetan dari "Assalaamu 'alaikum". Maka nabi berkata, "Kalau orang kafir mengatakan padamu assaamu 'alaikum, maka jawablah dengan wa 'alaikum (Dan semoga atas kalian pula)." [HR. Bukhari]

Tulisan ini, mungkin nampak sederhana. Meski sederhana, dampaknya cukup besar. Boleh jadi, kita belum pernah membayangkannya selama ini. Nah, setelah ini, sebaiknya alangkah lebih baik jika memulai kembali menyempurnakan salam kepada saudara kita. Tapi andaikata memang kondisi tak memungkinkan, sebaiknya, pilihlah singkatan yang sudah dipilihkan Nabi kita Muhammad SAW tadi. Mungkin Anda agak capek sedikit tidak apa-apa, sementara sedikit capek, 30 pahala kebaikan telah kita kantongi.

Diambil dari www.hidayah.com


Blog EntryINDAHNYA MALAM PERTAMA KITAMay 29, '08 10:00 PM
for everyone

INDAHNYA MALAM PERTAMA KITA

 

Satu hal sebagai bahan renungan Kita...

Tuk merenungkan indahnya malam pertama

Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata

Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa

 

Justeru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Mauuut

Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara

Hari itu...mempelai sangat dimanjakan

Mandipun...harus dimandikan

Seluruh badan Kita terbuka....

Tak Ada sehelai benangpun menutupinya. .

Tak Ada sedikitpun rasa malu...

Seluruh badan digosok Dan dibersihkan

Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan

Bahkan lubang - lubang itupun ditutupi kapas putih...

Itulah sosok Kita....

Itulah jasad Kita waktu itu

 

Setelah dimandikan.. .,

Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih

Kain itu ...jarang orang memakainya..

Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan

Wewangian ditaburkan ke baju Kita...

Bagian kepala..,badan. ..., Dan kaki diikatkan

Tataplah.... tataplah. ..itulah wajah Kita

Keranda pelaminan... langsung disiapkan

Pengantin bersanding sendirian...

 

Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga

Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul

Kita diiringi langkah gontai seluruh keluarga

Serta rasa haru para handai taulan

Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir

Akad nikahnya bacaan talkin...

Berwalikan liang lahat..

Saksi - saksinya nisan-nisan. ..yang tlah tiba duluan

Siraman air mawar..pengantar akhir kerinduan

 

Dan akhirnya.... . Tiba masa pengantin..

Menunggu Dan ditinggal sendirian...

Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan

Malam pertama bersama KEKASIH..

Ditemani rayap - rayap Dan cacing tanah

Di kamar bertilamkan tanah..

Dan ketika 7 langkah tlah pergi....

Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat...

Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur...

Ataukah Kita kan memperoleh Siksa Kubur.....

Kita tak tahu...Dan tak seorangpun yang tahu....

Tapi anehnya Kita tak pernah galau ketakutan... .

Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima

Kita sungkan sekali meneteskan air mata...

Seolah barang berharga yang sangat mahal...

 

Dan Dia Kekasih itu.. Menetapkanmu ke syurga..

Atau melemparkan dirimu ke neraka..

Tentunya Kita berharap menjadi ahli syurga...

Tapi....tapi .....sudah pantaskah sikap kita selama ini...

Untuk disebut sebagai ahli syurga

HuhHuhHuh

 

Sahabat...mohon maaf...jika malam itu aku tak menemanimu

Bukan aku tak setia... Bukan aku berkhianat.. ..

Tapi itulah komitmen azali tentang hidup dan kehidupan

Tapi percayalah.. .aku pasti kan mendo'akanmu. ..

Karena ...aku sungguh menyayangimu. ..

Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga

Aku berdo'a...semoga kau jadi ahli syurga. Amien

 

Sahabat..... , jika ini adalah bacaan terakhirmu

Jika ini adalah renungan peringatan

dari Kekasihmu

Ambillah hikmahnya... ...

Tapi jika ini adalah salahku...maafkan aku....

Terlebih jika aku harus mendahuluimu. ....

Ikhlaskan Dan maafkan seluruh khilafku

Yang pasti pernah menyakiti atau mengecewakanmu. .....

Kalau tulisan ini Ada manfaatnya.. ..

Silakan di print out Dan kau simpan sebagai renungan...

Siapa tahu ...suatu saat kau ingat padaku

Dan...aku tlah di alam lain....

Satu pintaku padamu...

Tolong do'akan aku....

 

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS 103:1-3)

 

Orang Yang Tidak Melakukan Sholat: Subuh: Dijauhkan cahaya muka yang bersinar.. Dzuhur: Tidak diberikan berkah dalam rezekinya.. Ashar: Dijauhkan dari kesehatan/kekuatan.. Maghrib: Tidak diberi santunan oleh anak-anaknya. Isyha: Dijauhkan kedamaian dalam tidurnya

 

 


Blog EntryJazzakallah Ya AllahApr 24, '08 3:03 AM
for everyone

Jazzakallah Ya Allah

 

Ya Rabbi,

 

KAU bimbing aku pada saat-saat kritisku

KAU bantu aku saat-saat jatuhku

KAU terangi aku saat-saat gelapku

KAU lindungi aku saat-saat pasrahku

 

Ya Rabbi

 

Engkaulah yang Maha Agung

Engkaulah  yang Tidak Pernah Tidur

Engkaulah yang Maha Terang

Engkaulah yang Maha Menjaga

 

Ya Rabbi,

 

Tiada satupun di dunia ini bergerak tanpa seizinMU

Demikianlah diriku ini

 

Tiada satupun di dunia ini yang luput dari pengelihatanMU

Demikianlah diriku ini

 

Sesungguhnya bila Engkau berkehendak tak satupun yang sanggup melawanMU

Demikianlah diriku ini

 

Ya Rabbi,

 

Tiada hentinya ku bersyukur dengan segala yang ada

Tiada hentinya ku berdoa dengan segala kekuatanku

Tiada hentinya ku berjalan dengan nafasku

 

Sesungguhnya Engkaulah yang memililiki aku

aku yang kecil, Engkau yang Besar

aku yang tiada daya, Engkau yang Maha Daya

aku yang dzalim, Engkaulah yang Agung

aku yang dzahir, Engkau yang Bathin

 

Ya Rabbi,

 

Terima Kasih atas segalanya…

 

(Achmad Falatehan, 24 April 2008)


Blog EntryPAGI INI KUMENANGIS!!!Mar 14, '08 12:01 AM
for everyone

Pagi ini aku mendapatkan sebuah email mengenai Fara Nafisa Sahra, seorang putri cilik berumur 3 tahun kurang lebih. Saat ini ia menderita penyakit Post Laparotomi, Exsplorasi, Gizi buruk tipe marasmik, Burst Abdomen, Anemia normositik nomokromil dan Sepsis (Infeksi Sekunder) dan ia adalah sebagai pasien rawat inap RSUP Dr. Sardjito dengan no CM 1-31-80-23. Dalam masa perawatan tersebut ia sudah melakukan :

 

         Transfusi darah sebanyak 27 kali

         Menjalani rawat jalan selama 1 bulan

         Operasi sebanyak 3 kali

         Menjalani rawat inap di rumah sakit selama 4,5 bulan

 

Perawatan Pertama: 06 Oktober 2007 sampai dengan tanggal 06 Desember 2007 Biaya keperawatan rumah sakit sebesar Rp. 93.767.850,- dan pembelian obat Rp.30.000.000,-

 

Perawatan Kedua: 08 Januari 2008 sampai dengan hari ini masih dirawat di RSUP Dr. Sardjito. (Sampai dengan tanggal  5 Maret 2008 tagihan sebesar Rp. 85.034.600,-

 

Saat melihatnya aku menangis terurai air mata Bagaimana seorang anak seumur Fara bisa kuat menghadapi cobaan yang demikian dahsyatnya. Bagaimana kita menghadapi hal demikian apakah kita sanggup?

 

Saat ini kita sudah melihat penderitaan seorang anak melawan sakit…

 

Saat ini yang kita harapkan dari Anda adalah doa tulus untuk kesehatan Fara serta bantuan dana untuk biaya proses pengobatannya selama ini.

 

Saat ini kami percaya dengan sesungguh-sungguhnya bahwa apa yang akan Anda berikan sekarang akan Anda terima kembali kelak berlipat-ganda. Amien

 

Bila kalian tersentuh bantulah ia dengan berbagai macam cara untuk membantu kesembuhan adik/anak/cucu kita. Semoga Allah swt memberikan kekuatan buat Fara dan keluarganya. Amin

 

Hadist riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:

Seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw. lalu berkata: Wahai Rasulullah, sedekah manakah yang paling agung? Rasulullah saw. bersabda: “Engkau bersedekah ketika engkau engkau sehat lagi kikir dan sangat memerlukan, engkau takut miskin dan sangat ingin menjadi kaya. Jangan engkau tunda-tunda sampai nyawa sudah sampai di kerongkongan, baru engkau berpesan

 

Hadist riwayat Ibnu Umar ra.:

Bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Seorang muslim itu adalah saudara muslim lainnya, dia tidak boleh menzaliminya dan menghinakannya. Barang siapa yang membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan memenuhi keperluannya. Barang siapa yang melapangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah akan melapangkan satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan hari kiamat nanti.

 

SALURKAN BANTUAN ANDA KE NO REK.

BCA. 8020025477                               

An. IRVA UMIYATI

(Ibunda Fara)

 

 

CONTACT PERSON

SISCA NASASTRA GAFRI

Hp. 081 125 05575

sisca.nasastra.gafri@gmail.com

 

 

 


Blog EntryNASEHAT UNTUK RUMAH TANGGAMar 13, '08 2:17 AM
for everyone

NASEHAT UNTUK RUMAH TANGGA

1. KETIKA AKAN MENIKAH
Janganlah mencari isteri, tetapi carilah ibu
bagi anak-anak kita
Janganlah mencari suami, tetapi carilah ayah
bagi anak-anak kita.

2. KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orang
tua/wali si gadis,
tetapi meminta kepada Allah melalui
orang tua/wali si gadis.

3. KETIKA AKAD NIKAH
Anda berdua bukan menikah di hadapan
penghulu,
tetapi menikah di hadapan Allah

4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN
Catat dan hitung semua tamu yang datang
untuk mendo’akan
anda, karena anda harus berfikir untuk
mengundang mereka
semua dan meminta maaf apabila anda
berfikir untuk
BERCERAI karena menyia-nyiakan do’a mereka.

5. SEJAK MALAM PERTAMA
Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah
sepasang anak
manusia dan bukan sepasang malaikat.

6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui
tidak melalui jalan
bertabur bunga, tetapi juga semak belukar yang
penuh onak dan duri.

7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG
Jangan saling berlepas tangan, tapi
sebaliknya justru
semakin erat berpegang tangan

8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK.
Cintailah isteri atau suami anda 100%

9. KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK.
Jangan bagi cinta anda kepada (suami)
isteri dan anak anda,
tetapi cintailah isteri atau suami anda
100% dan
cintai anak-anak anda masing-masing 100%.

10.KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK.
Yakinlah bahwa pintu rizki akan terbuka
lebar berbanding
lurus
dengan tingkat ketaatan suami dan isteri

11.KETIKA EKONOMI MEMBAIK
Jangan lupa akan jasa pasangan hidup
yang setia
mendampingi
kita semasa menderita

12.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja-manja kepada isteri
tetapi jangan lupa
untuk
bangkit secara bertanggung jawab apabila
isteri
membutuhkan pertolongan Anda.

13.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah berjalan dengan gemulai dan
lemah lembut, tetapi
selalu berhasil menyelesaikan semua
pekerjaan.

14.KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahwa orang tua
yang baik adalah
orang
tua yang tidak pernah marah kepada anak,
karena orang tua
yang baik adalah orang tua yang jujur
kepada anak ..

15.KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahwa tidak ada seorang
anakpun yang tidak mau
bekerjasama dengan orangtua, yang ada
adalah anak yang
merasa tidak didengar oleh orang tuanya.

16.KETIKA ADA PIL.
Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.

17.KETIKA ADA WIL
Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.

18.KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA
Pilihlah potret keluarga sekolah yang
berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.

19.KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS
Gunakanlah formula 7 K
1 Ketaqwaan
2 Kasih sayang
3 Kesetiaan
4 Komunikasi dialogis
5 Keterbukaan
6 Kejujuran
7 Kesabaran

Semoga…… …

Semoga diriku & dirimu termasuk hamba yang disayang oleh-Nya..”

 taken from : http://bambangsupratman.wordpress.com/


Blog EntryUBAH DULU YANG DI DALAMFeb 28, '08 8:56 AM
for everyone

UBAH DULU YANG DI DALAM

 

Saat renovasi rumah, si empunya rumah sudah merencanakan memasang sebuah lukisan potret keluarga di ruang tamu yang telah ditatanya dengan indah. Lukisan itu telah dipesan melalui seorang seniman pelukis wajah yang terkenal dengan harga yang tidak murah. Tetapi, saat lukisan itu tiba di rumah dan hendak dipasang, dia merasa tidak puas dengan hasil lukisan dan meminta si pelukis merevisinya sesuai dengan gambar yang dibayangkan.

 

Apa daya, setelah diperbaiki hingga ketiga kalinya, tetap saja ada sesuatu yang tidak disukai pada lukisan tersebut sehingga setiap si pemilik rumah melintas ruang tamu, selalu timbul ketidakpuasan dan kekecewaan. Itu sangatlah mengganggu pikirannya. Menjadikan dirinya tidak senang, uring-uringan, jengkel, kecewa dan sebal dengan ruang tamunya yang indah itu. Semua gara-gara sebuah lukisan!

 

Suatu hari, datang bertamu satu keluarga sahabat ke rumah itu. Sahabat ini termasuk pengamat seni yang disegani di lingkungannya. Saat memasuki ruang tamu—setelah bertukar sapa begitu akrab dengan tuan rumah—tiba-tiba mereka bersamaan terdiam di depan lukisan potret keluarga itu. Si tuan rumah buru-buru menyela, "Teman, tolong jangan dipelototi begitu, dong. Aku tahu, lukisan itu tidak seindah seperti yang aku mau, tetapi setelah di revisi beberapa kali jadinya seperti itu, ya udah lah, mau apalagi?"

 

"Lho, apa yang salah dengan lukisan ini? Lukisan ini bagus sekali, sungguh aku tidak sekedar memuji. Si pelukis bisa melihat karakter objek yang dilukisnya dan menuangkan dengan baik di atas kanvas, perpaduan warna di latar belakangnya juga mampu mendukung lukisan utamanya. Betul kan, Bu?" tanyanya sambil menoleh kepada istrinya.

 

"Iya, lukisan ini indah dan berkarakter. Jarang-jarang kami melihat karya yang cantik seperti ini. Kamu sungguh beruntung memilikinya, " si istri menambahkan dengan bersemangat. Kemudian, mereka pun asyik terlibat diskusi tentang lukisan itu.

 

Setelah kejadian itu, setiap melintas di ruang tamu dan melihat lukisan potret keluarga itu, dia tersenyum sendiri teringat obrolan dengan sahabatnya. Kejengkelan dan kemarahannya telah lenyap tak berbekas.

 

Teman,

 

Jika sebuah lukisan tidak bisa diubah atau banyak hal lain di luar diri kita yang tidak mampu kita ubah sesuai dengan keinginan kita atau selera kita, maka tidak perlu menyalahkan keadaan! Karena sesungguhnya, belum tentu lukisan atau keadaan luar yang bermasalah, tetapi cara pandang kitalah yang berbeda. Jika kita tidak ingin kehilangan kebahagiaan maka kita harus berusaha menerima perbedaan yang ada.

 

Dengan mengubah cara berpikir kita yang di dalam, tentu kondisi di luar juga ikut berubah.

 

Mari kita pelihara semangat dan kebahagiaan kita, bukan dengan mengubah dunia sesuai dengan keinginan kita, tetapi menerima perubahan dengan cara mengubah yang ada di dalam diri kita terlebih dulu.

 

(sumber: Sang pembelajar)

 

M.Chilmi

=======


Blog EntryHak Bersama Suami Istri - Suami istri,Nov 19, '07 4:26 AM
for everyone

"Petunjuk Sunnah dan Adab Sehari-hari" karangan H.A. Abdurrahman Ahmad.

 

Hak Bersama Suami Istri - Suami istri,

 

  • Hendaknya saling menumbuhkan suasana mawaddah dan rahmah. (Ar-Rum: 21)
  • Hendaknya saling mempercayai dan memahami sifat masing-masing pasangannya. (An-Nisa': 19 - Al-Hujuraat: 10)
  • Hendaknya menghiasi dengan pergaulan yang harmonis. (An-Nisa': 19)
  • Hendaknya saling menasehati dalam kebaikan. (Muttafaqun Alaih) Adab Suami Kepada Istri.

 

Suami hendaknya menyadari bahwa istri adalah suatu ujian dalam menjalankan agama. (At-aubah: 24). Seorang istri bisa menjadi musuh bagi suami dalam mentaati Allah clan Rasul-Nya. (At-Taghabun: 14). Hendaknya senantiasa berdo'a kepada Allah meminta istri yang sholehah. (AI-Furqan: 74).

 

Diantara kewajiban suami terhadap istri, ialah: Membayar mahar, Memberi nafkah (makan, pakaian, tempat tinggal), Menggaulinya dengan baik, Berlaku adil jika beristri lebih dari satu. (AI-Ghazali) - Jika istri berbuat 'Nusyuz', maka dianjurkan melakukan tindakan berikut ini secara berurutan:

 

(a) Memberi nasehat,

(b) Pisah kamar,

(c) Memukul dengan pukulan yang tidak menyakitkan.

 

(An-Nisa': 34) ... 'Nusyuz' adalah: Kedurhakaan istri kepada suami dalam hat ketaatan kepada Allah. 

 

Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah, yang paling baik akhlaknya dan paling ramah terhadap istrinya/keluarganya. (Tirmudzi)

 

  • Suami tidak boleh kikir dalam menafkahkan hartanya untuk istri dan anaknya.(Ath-Thalaq: 7) 
  • Suami dilarang berlaku kasar terhadap istrinya. (Tirmidzi)
  • Hendaklah jangan selalu mentaati istri dalam kehidupan rumah tangga. Sebaiknya terkadang menyelisihi mereka. Dalam menyelisihi mereka, ada keberkahan. (Baihaqi, Umar bin Khattab ra., Hasan Bashri)
  • Suami hendaknya bersabar dalam menghadapi sikap buruk istrinya. (Abu Ya'la)
  • Suami wajib menggauli istrinya dengan cara yang baik. Dengan penuh kasih sayang, tanpa kasar dan zhalim. (An-Nisa': 19)
  • Suami wajib memberi makan istrinya apa yang ia makan, memberinya pakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menghinanya, dan tidak berpisah ranjang kecuali dalam rumah sendiri. (Abu Dawud).
  • Suami wajib selalu memberikan pengertian, bimbingan agama kepada istrinya, dan menyuruhnya untuk selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. (AI-Ahzab: 34, At-Tahrim : 6, Muttafaqun Alaih)
  • Suami wajib mengajarkan istrinya ilmu-ilmu yang berkaitan dengan wanita (hukum-hukum haidh, istihadhah, dll.). (AI-Ghazali) 
  • Suami wajib berlaku adil dan bijaksana terhadap istri. (An-Nisa': 3)
  • Suami tidak boleh membuka aib istri kepada siapapun. (Nasa'i)
  • Apabila istri tidak mentaati suami (durhaka kepada suami), maka suami wajib mendidiknya dan membawanya kepada ketaatan, walaupun secara paksa. (AIGhazali)
  • Jika suami hendak meninggal dunia, maka dianjurkan berwasiat terlebih dahulu kepada istrinya. (AI-Baqarah: ?40)

 

 Adab Isteri Kepada Suami

 

Hendaknya istri menyadari clan menerima dengan ikhlas bahwa kaum laki-Iaki adalah pemimpin kaum wanita. (An-Nisa': 34). Hendaknya istri menyadari bahwa hak (kedudukan) suami setingkat lebih tinggi daripada istri. (Al-Baqarah: 228). Istri wajib mentaati suaminya selama bukan kemaksiatan. (An-Nisa': 39).

 

Diantara kewajiban istri terhadap suaminya, ialah:

a. Menyerahkan dirinya,

b. Mentaati suami,

c. Tidak keluar rumah, kecuali dengan ijinnya,

d. Tinggal di tempat kediaman yang disediakan suami

e. Menggauli suami dengan baik. (Al-Ghazali)

 

Istri hendaknya selalu memenuhi hajat biologis suaminya, walaupun sedang dalam kesibukan. (Nasa' i, Muttafaqun Alaih). Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur untuk menggaulinya, lalu sang istri menolaknya, maka penduduk langit akan melaknatnya sehingga suami meridhainya. (Muslim). Istri hendaknya mendahulukan hak suami atas orang tuanya. Allah swt. mengampuni dosa-dosa seorang Istri yang mendahulukan hak suaminya daripada hak orang tuanya. (Tirmidzi). Yang sangat penting bagi istri adalah ridha suami. Istri yang meninggal dunia dalam keridhaan suaminya akan masuk surga. (Ibnu Majah, TIrmidzi) 

 

Kepentingan istri mentaati suaminya, telah disabdakan o